IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN: SMAN 1 RENGEL DAN SMAN 15 SURABAYA

 

Mata Kuliah:  Kurikulum Sekolah

S1 PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Dosen Pengampu: Dhiah Fitrayati, S.Pd., M.E.

Praktisi: Rangga R Alsyaibany

NAMA ANGGOTA:

Ardhita Eko Ginanjar (22080554029)

Widyawati Purwaningrum (22080554030)

Abelia Paramista (22080554037)

Vika Wapa Putri Dimis (22080554038)

SEKOLAH/TEMPAT OBSERVASI:

SMAN 1 Rengel & SMAN 15 Surabaya

 

KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA

ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA

Narasumber:

Siti Nur Saidah, S.Pd. (SMAN 1 Rengel)

 Dra. Sulastri, M.Si. (SMAN 15 Surabaya)

      Silvia ( Siswa Kelas 10 C SMAN 1 Rengel) 

      Dokumentasi Foto dan Video (termasuk siswa dan guru):

https://drive.google.com/drive/folders/1OrSttYOOyN8c2akUAwhQpxWbi1q2gMgL

Kebijakan kurikulum merdeka yang diterapkan oleh kedua sekolah telah menyesuaikan kemampuan masing-masing institusi. Baik SMAN 1 Rengel dan SMAN 15 Surabaya sudah memasuki fase Mandiri Berubah. Menggunakan Kurikulum Merdeka dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkannya dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen (Kemdikbud, 2023b). Penerapannya baru dimulai saat tahun pembelajaran 2022/2023.

Pada umumnya, kebijakan untuk status mandiri berubah masih banyak ditemui beberepa persepsi yang salah, seperti penggabungan mata pelajaran dengan P5 yang dilakukan dalam mata pelajaran tersebut. Namun kedua sekolah di atas, telah menerapkannya dengan benar.

Sumber: infoasn.id

Adapun beberapa ciri kebijakan dan metode implementasi Mandiri Berubah yang kami temui saat observasi adalah sebagai berikut:

1.      Adanya paket mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Di SMAN 1 Rengel, pada kelas 10 para siswa sudah langsung diberikan beberapa paket pilihan mata pelajaran yang akan ditempuh mereka dalam dua semester, Adapun paket pelajaran tersebut meliputi paket Kesehatan, paket kedinasan, paket ilmu sosial, paket seni. Sementara di SMAN 15 Surabaya, mereka memberikan seluruh mata pelajaran umum pada kelas 10, barulah pada kelas 11 dilakukan pemilihan paket pelajaran.

2.      Perbedaan laporan hasil belajar / Rapor

Isi rapor dari kurikulum K 13 biasanya menyebutkan secara langsung nilai dan keterangan setiap mata pelajaran (tidak terpisah-pisah), sementara dalam kurikulum merdeka, untuk jurusan IPA, nilai dari mata pelajaran biologi, kimia dan fisika akan dirata-rata kemudian digabung. Hal yang sama juga dilakukan di jurusan lain.  Untuk pelajaran lain seperti matematika tetap dipisahkan.

3.      Penerapan asesmen yang berbeda dengan mandiri belajar

Dari informasi kedua sekolah, mereka sama-sama melakukan penilain formatif maupun sumatif dengan cara yang beragam, bukan hanya tes tulis. Namun sayangnya, tidak semua guru melakukan observasi kebutuhan siswa dengan pendekatan berdifirensiasi sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh sistem zonasi.

Beberapa instrumen yang digunakan adalah kuis, portofolio, proyek dan projek.

KERANGKA DASAR

Adapun kerangka dasar dari kurikulum merdeka sesuai pasal 36 PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan, struktur dasar kurikulum dibedakan menjadi struktur kurikulum untuk PAUD, sekolah dasar dan sekolah menengah. Adapun hal yang mendasarinya adalah tujuan pembelajaran, proses pembelajaran dan asesmen yang terintegrasi dalam profil pelajar Pancasila. Kerangka ini sudah terlihat jelas dalam proses pembelajaran yang dilakukan kedua sekolah, dibuktikan dengan modul ajar yang sesuai.

STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum jenjang SMA memiliki ciri yang sama dengan jenjang lain yang meliputi adanya pembelajaran intrakurikuler, Kokurikuler dan ekstrakurikuler. SMAN 1 Rengel melakukan pembelajaran ekstrakurikuler pada hari sabtu, sementara hari Jumat digunakan untuk P5 Sementara asasmen yang diterapkan adalah asesmen diagnostik, perencanaan dan pembelajaran. Dari observasi yang kami lakukan, SMAN 15 Surabaya  telah melakukan assesmen diagnostik, sementara dari SMAN 1 Rengel hal ini sulit dilakukan karena guru masih kebingungan bagaimana cara melakukannya secara efektif.

Pertama kita akan membahas tentang penerapan struktur kurikulum pada fase E atau kelas 10 SMA. Untuk SMAN 15 Surabaya, siswa yang masih berada di kelas 10 akan diberikan seluruh mata pelajaran sesuai jurusannya (K-13), namun tetap diberlakukan pembelajaran materi esensial saja, contohnya adalah mata pelajaran ekonomi yang seminggunya menerima dua jam pelajaran dan satu jam untuk P5. Untuk SMAN 1 Rengel, di kelas 10, mereka langsung menerapkan kurikulum merdeka terlebih dahulu. Pada fase F atau kelas 11 dan 12, SMAN 1 Rengel menggunakan K-13, sementara SMAN 15 Surabaya menggunakan kurikulum merdeka dengan paket pelajaran. Namun semua ini masih merupakan rencana, dan implementasinya dilakukan ditahun pembelajaran mendatang.

BEBAN BELAJAR

Untuk beban belajar sendiri di fase E atau kelas 10 SMA, memiliki alokasi waktu / JP (Jam pelajaran) sebanyak 36 minggu dengan satu JP selama 45 menit (Kemdikbud, 2023a). Dengan waktu ini, mereka bisa melakukan pembelajaran di kelas dari hari Senin hingga Kamis, sementara hari Jumat dilakukan P5 dengan kolaborasi para guru. Untuk kelas 10, dari kedua sekolah tidak secara langsung diberikan paket mata pelajaran, namun diberikan seluruh mata pelajaran selama 2 semester dan barulah di kelas 11 mereka baru bisa memilih paketnya. Tentu bagi kelas 10 hal ini cukup berat mengingat walaupun waktu pembelajaran singkat, mereka tetap memilki beban belajar yang berat.

Untuk kelas 11, beban mereka belajar lebih ringan dikarenakan mereka bisa memilih paket pelajaran yang mereka sukai, dengan alokasi JP yang sama, mereka akan lebih terfokus dan mendalami setiap materi.

Dari segi penugasan, dari wawancara melalui Whats App yang kami lakukan kepada salah satu siswa SMAN 1 Rengel, penugasan di kelas 10 semakin banyak. Penerapan PBL juga membutuhkan biaya yang tak sedikit bagi siswa untuk menyelesaikan tugasnya. Namun dari situ, terdapat hal positif yaitu adanya P5 yang membuat mereka tidak jenuh dalam belajar.

 

BAGIAN II

IMPLEMENTASI KURIKULUM

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SMAN 1 RENGEL DAN SMAN 15 SURABAYA

PROSES PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Baik dari SMAN 1 Rengel maupun SMAN 15 Surabaya, proses pembelajaran yang mereka lakukan sudah menggunakan Project Based Learning, sebagai contoh yaitu dalam pembelajaran ekonomi, para siswa dipaparkan terlebih dahulu video praktek pengawasan keuangan yang dilakukan oleh OJK, setelah itu mereka diminta untuk mengisi LKPD, kemudian mendesain sebuah poster dari pembelajaran mereka. Hal ini melatih kolaborasi, berpikir kritis dan berkomunikasi.

Dalam proses penerapan P5, guru ekonomi biasanya lebih menyasar kepada kewirausahaan yang mendukung kemandirian peserta didik, beberapa contoh kegiatan yang dilakukan yaitu kunjungan ke pabrik lokal terdekat, pembuatan produk makanan atau minuman, wawancara UMKM dan sebagainya. Hal ini juga merupakan implementasi dari kegiatan kokurikuler

Dari segi penilaian, para pelajar di kedua sekolah mayoritas masih diberikan ulangan harian ataupun kuis untuk asesmen formatif, sementara untuk asesmen sumatif, para guru mulai beralih kepada proyek yang sudah dikerjakan maupun portofolio, namun masih banyak juga yang masih menggunakan tes tulis.

PERENCANAAN

Untuk proses perencanaan, para guru di kedua sekolah sudah memahami cara Menyusun CP, ATP hingga modul ajar. Namun mereka juga memiliki keluhan yaitu pelatihan sebagai guru yang mengajar kurikulum merdeka dirasa kurang. “Di setiap pelatihan meskipun narasumber dari berbagai kota, yang diajarkan hanya fokus kepada pembuatan modul, bukan cara guru menyampaikan modul dengan baik” Ujar Ibu Ida, guru ekonomi SMAN 1 Rengel. Sementara dari sisi perencanaan project based learning, guru masih terbatas untuk berkolaborasi di P5, sementara mata pelajaran yang lain belum dimungkinkan.

            Berikut adalah contoh modul pembelajaran ekonomi fase E di SMAN 1 Rengel:


Link Modul: https://drive.google.com/drive/folders/1OrSttYOOyN8c2akUAwhQpxWbi1q2gMgL

PELAKSANAAN

Dari segi pelaksanaan, kedua narasumber sedikit kebingungan bagaimana merealisasikan kurikulum merdeka ini secara optimal, mengingat kurikulum ini benar-benar baru sehingga guru dan siswa sama-sama belajar. Selama pelaksanaan di tahun pelajaran ini, mereka belum menemui kendala yang berarti, peserta didik juga merespon sangat baik, mengingat untuk pembelajaran ekonomi sendiri, di K-13 terdapat 9 KD di kelas 10, sementara di kurikulum merdeka, tinggal 4 materi esensial saja. Hal ini bisa diselesaikan sesuai kebutuhan. Adapun ke empat materi tersebut adalah konsep ekonomi, kegiatan ekonomi, pasar dan lembaga keuangan dan alat pembayaran. Hal ini juga merupakan efek diberlakukannya P5

Penerapan PBL Pembuatan Produk Es Krim

PENILAIAN

Untuk penilaian, masih terbagi menjadi formatif dan sumatif dengan instrument seperti tes tulis, tes lisan, proyek maupun portofolio. Dasar penilaian sendiri yang pertama adalah kognitif dan afektif yang dinilai melalui nilai ulangan harian dan UAS. Sementara untuk psikomotorik dan keterampilan dilakukan melalui portofolio, praktek, dan projek.

Format Penilaian dalam Modul Ajar

PENGAWASAN

Dari segi pengawasan, terdapat dua subjek yaitu kepala sekolah dan dinas pendidikan. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah pengawasan harian bagaimana pembelajaran itu berlangsung. Sementara pengawasan dari dinas pendidikan memantau penerapan kurikulum merdeka seperti dokumen. Dari dinas pendidikan akan dilaporkan kepada provinsi. Untuk supervisi hanya sekedar penilaian kepsek, dokumen, kegiatan dan pembelajaran.

DAFTAR RUJUKAN

Kemdikbud. (2023a). Struktur Kurikulum SMA_MA.pdf. Google Docs. https://drive.google.com/file/d/1haOajTyuaAPeu0KzgiKnDOwFIwwYM7aq/view?usp

=embed_facebook

Kemdikbud. (2023b, Februari 17). Kebijakan Pemerintah Terkait Kurikulum Merdeka. Merdeka Mengajar. https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6824815789465-Kebijakan-Pemerintah-Terkait-Kurikulum-Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN: SMAN 1 RENGEL DAN SMAN 15 SURABAYA

  Mata Kuliah:  Kurikulum Sekolah S1 PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Dosen Pengampu : Dhiah Fitrayati, S.Pd., M.E. P rakt...