Peran Pemuda Muslim di Era Society 5.0
Sumber Gambar: alwancomics.com
“Dasar kuno, ketinggalan zaman, tidak realistis”. Seberapa sering kita mendengar kata-kata tersebut? Bukan hanya di kehidupan nyata, tetapi juga di media sosial ujaran tersebut kerap terlontarkan kepada rekan-rekan muslim kita di berbagai negara termasuk di Indonesia. Mengutip dari CNBC Indonesia beberapa bulan lalu, kita dihebohkan dengan salah satu politisi India yang menghina Nabi Muhammad SAW. Tak cukup dengan itu, fitnah atau tuduhan juga telah berkembang. Salah satu yang pernah terjadi adalah tuduhan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Bid’ah.1 Lantas, bagaimana peran pemuda muslim generasi Z menyikapinya? Dengan jumlah generasi Z yang telah mendominasi, akankah mereka bisa mengubah pandangan masyarakat yang salah dan memperkuat hubungan sekitar 237 juta penduduk muslim di Indonesia?
Kiprah pemuda muslim generasi Z atau gen Z dewasa ini sangat dibutuhkan, khususnya terkait dengan berbagai macam isu tentang bid’ah maupun pemikiran modern yang menyimpang. Sebagai pemuda muslim tentunya harus benar-benar paham tentang tanggung jawab, baik kepada Allah SWT, maupun kepada sesama manusia. Tuntutan tersebut nampaknya harus diaktualisasikan sebagai senjata melawan beberapa isu saat ini yang menggerogoti agama Islam. Salah satu contoh yang pernah menjadi sorotan adalah tuduhan bahwa penggunaan pengeras suara adalah bid’ah. Di sini beberapa masyarakat muslim tentu merasa tersinggung dengan anggapan tersebut, pasalnya penggunaan pengeras suara dalam berbagai aktivitas masyarakat muslim sudah menjadi kelaziman.
Dalam hal tersebut, pemuda muslim harus mampu menyikapinya dengan basis keilmuan dan menyampaikan kebenaran dengan baik. Critical thinking sangat diperlukan untuk menjawab berbagai problematika yang terjadi. Perihal kasus di atas, pemuda muslim harus memahami konsep bahwa agama adalah wahyu Ilahi yang implementasinya tercermin dari perbuatan manusia. Sebagai warga negara multikultural, para pemuda muslim harus menunjukkan toleransi. Meski demikian, mereka juga harus paham mengenai aturan-aturan untuk aktivitas keagamaan. Dengan pemaparan yang baik, maka para pemuda dapat membantu seluruh masyarakat Islam pada umumnya untuk menyuarakan kebenaran, sehingga kasus tuduhan bid’ah seperti di atas dapat berbuah bid’ah hasanah, bukan bid’ah zalalah.
Pada dasarnya tidak semua bid`ah itu buruk. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari:
عليه للا صلى قوله بدليل الخاص به أريد الذي العام من وهو "ضاللة بدعة وكل" :وسلم عليه للا صلى وقوله :قوله الشافعي اإلمام عن ثبت وقد ."رد فهو منه ليس ما هذا أمرنا في أحدث من" :"الصحيح" في المخرج وسلم وما .الضاللة البدعة فهذه ،إجماعا أو أثرا أو سنة أو كتابا يخالف أحدث ما :أحدهما ضربان األمور من المحدثات ."المدخل" في البيهقي رواه .مذمومة غير محدثة فهذه ،هذا من لواحد فيه خالف ال الخير من أحدث
Artinya, “Ucapan Rasulullah SAW ‘Setiap bid‘ah itu sesat’ secara bahasa berbentuk umum, tapi maksudnya khusus seperti keterangan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, ‘Siapa saja yang mengada-ada di dalam urusan kami yang bukan bersumber darinya, maka tertolak’. Riwayat kuat menyebutkan Imam Syafi’i berkata, ‘Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bid‘ah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bid‘ah yang tidak tercela,’” (Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, Halaman 206)
Seiring perkembangan teknologi dan peradaban masyarakat 5.0, bukan hanya tantangan secara langsung yang dapat merusak Islam, namun juga tantangan yang bersifat destruktif jangka panjang. Tidak bisa dipungkiri, sudah banyak pemuda muslim secara umum yang terpapar pemikiran baru dan meresponnya dengan salah. Ada yang menjadikan bangsa Barat sebagai role model dan bahkan way of life mereka.2 Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai pemuda muslim yang tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang keliru. Sebagai contoh adalah budaya berpacaran orang barat yang ditiru oleh pemuda muslim dengan berbagai dalih. Mereka berpikir bahwa berpacaran itu ada yang sehat dan benar, dengan dalih sering diingatkan salat, berbuat kebaikan dan sebagainya. Meskipun terlihat baik, namun pada nyatanya hal ini salah menurut Islam.
Adanya pemikiran semacam itu tentu adalah efek dari populernya budaya barat di media sosial yang seolah menjanjikan kebahagiaan yang bisa didapat. Para pemuda muslim harus menyaring segala perubahan di zaman sekarang termasuk adanya pemikiran atau mindset yang keliru. Analoginya adalah bila daging babi itu haram, lantas apakah jika direbus dengan air zam-zam dapat membuatnya menjadi halal? Secara hukum juga telah dijelaskan dalam QS. Al Isra’:32
سبيل وساء فاحشة كان إنه الزنا تقربوا وال
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32)
Sejalan dengan kedua tantangan besar yang sudah dipaparkan, para pemuda muslim harus bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada, sebagai counter dari perkembangan berbagai tantangan tersebut. Adapun instrumen yang paling ampuh adalah media sosial, mengingat penggunanya yang selalu meningkat. Dilansir dari Dataindonesia.id, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 191 juta orang hingga Februari 2022. Melalui Instagram, YouTube dan Tik-Tok, para pemuda dapat membagikan kebaikan secara kreatif dan kekinian. Tidak selamanya kita perlu membalas sebuah fitnah ataupun sebuah perubahan yang menjatuhkan Islam dengan cara konvensional. Terkadang kita juga perlu membalasnya dengan intelektual yang kreatif seperti mengadakan podcast yang mengundang pemuda berbeda agama untuk membahas suatu isu.
“Sifat pemuda yang baik menurut Islam adalah yang berkarakter Ashabul Kahfi dan beriman serta menjadi pribadi yang positif, artinya mau memperbaiki diri setiap hari.” Ujar Habib Husein Ja’far Al Hadar dalam acara webminar FIAI UII pada Maret 2021. Sebagai anak muda yang baik, kita harus memiliki sikap konsisten, proaktif dan solutif. Selain itu pemuda patut memiliki wibawa. Pemuda wajib menjaga martabatnya dengan menghindari hal-hal yang menurunkan harga dirinya. Generasi muda juga harus mampu dan profesional dalam ilmu pengetahuan agar bisa bertahan mengikuti perkembangan zaman.
Dengan segala potensi yang dimiliki, para pemuda muslim berdarah gen Z sangat berpeluang untuk menjaga dan mengembangkan eksistensi Islam di tengah terpaan fitnah dan tantangan perubahan yang tidak sejalan dengan syariat. Kedudukan pemuda dalam Islam sendiri sangatlah penting. Pada dasarnya yang menjadi kunci adalah cara berpikir dan keberanian mengaktualkan kebenaran para pemuda muslim. Para pemuda harus mengetahui apa dan bagaimana cara mengatasi stigma negatif, terutama dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. Mereka adalah generasi pemimpin di masa depan, sehingga besar peluang untuk membawa keindahan Islam lebih luas. Sudah saatnya pemuda muslim menjadi “pemain dunia”, bukan “permainan dunia”.
DAFTAR PUSTAKA
Makhmudah, Siti . (2015).Dinamika dan Tantangan Masyarakat Islam di Era Modernisasi. Jurnal Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi 1(2) , 246
Bestari, Novina Putri. (2022, 11 Juli). Kronologi lengkap & alasan politisi india hina nabi Muhammad. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20220611082523-4-346178/kronologilengkap-alasan-politisi-india-hina-nabi-muhammad
Bhayangkara,C. Sami. (2022, 2 Oktober) . Apakah hukum memperingati maulid nabi bid’ah yang sesat?. Diakses dari https://suara.com/news/2022/10/02/142500/apakah-hukum-memperingatimaulid-nabi-bidah-yang-sesat
Rizaty, Monavia Ayu. (2022, 3 November). Jumlah penduduk muslim Indonesia terbesar di dunia pada 2022. Diakses dari https://dataindonesia.id/ragam/detail/populasi-muslim-indonesia-terbesar-didunia-pada-2022
Kurniawan, Alhafiz. (2016, 28 April). Inilah kriteria bid’ah dhalalah dan bid’ah hasanah. Diakses dari https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/inilah-kriteria-bidahdhalalah-dan-bidah-hasanah-2dwZw
Mahdi, M Ivan. (2022, 25 Februari). Pengguna media sosial di Indonesia capai 191 juta pada 2022. Diakses dari https://dataindonesia.id/digital/detail/pengguna-mediasosial-di-indonesia-capai-191-juta-pada-2022
Noname. (2021, 12 Juni). Pemuda salah satu kunci kesuksesan bangsa. Diakses dari https://www.uii.ac.id/pemuda-salah-satu-kunci-kesuksesan-bangsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar